Please enable JS

Artikel



Ternyata Tanaman liar di sekitar kita ternyata banyak manfaatnya lho...

              Indonesia berada pada wilayah strategis di garis katulistiwa, diantara dua benua dan dua samudra, yang memiliki iklim tropis sepanjang tahun. keberuntungan eco-geografis tersebut memberikan peluang Indonesia menjadi sentra bagi keberagaman biologi mencakup berbagai jenis hewan dan tanaman. Dibanding hewan, Indonesia memiliki jumlah tanaman yang lebih banyak. Hutan tropis Indonesia seluas lebih dari 120 juta hektare, merupakan tempat tumbuh bagi 10% tumbuhan berbunga dunia yang jumlahnya mencapai 30.000 spesies dan tempat tumbuh jutaan tanaman liar, baik di pulau jawa ataupun di luar pulau jawa.

                  Tanaman liar merupakan tanaman yang tumbuh dan tidak diinginkan,  biasanya tanaman liar berada di sekitar rumah atau lahan kosong. Tanaman liar ini biasanya dianggap hama oleh masyarakat setempat, namun ternyata walaupun sering dianggap mengganggu, ternyata beberapa tanaman liar berpotensi digunakan sebagai obat tradisional, bahkan nenek moyang kita sudah menggunakan tanaman liar tersebut sebagai pengobatan.

Beberapa tanaman liar yang bisa digunakan sebagai obat adalah sebagai berikut :

  1. Alang alang ( Imperata cylindrica Beauv.

          Tanaman ini merupakan tanaman liar yang biasanya tumbuh di lahan kosong atau padang rumput. Nama lain tanaman ini adalah Rimpang alang alang, zat berkhasiat dalam tanaman ini adalah Asam kersik, damar dan logam alkali sehingga dapat digunakan sebagai obat penurun panas dan melancarkan keluarnya air seni. Warna hijau dan bentuk panjang, lebih tinggi dari rumput. Bagian yang digunakan dari tanaman ini adalah akarnya.

        2. Ceplukan ( Physalis angulata L. )

Ceplukan merupakan tanaman liar berupa semak tinggi mencapai 1 meter, tanaman ini tumbuh subur di dataran rendah sampai ketinggian 1700 mdpl, umumnya tumbuh liar di pekarangan dan persawahan. Buah Ceplukan mengandung senyawa kimia sitrun dan fisalin, asam malat, tanin kripthoxantin, vitamin c dan gula. Daun mengandung saponin, polifenol dan flavonoid. Dalam pengobatan digunakan sebagai antidiabetes, bisul, buah untuk mencegah sariawan. Bunga berwarna hijau kekuningan, dan yang tua kecokelatan rasanya asam dan manis. Buah yang muda dilindungi penutup buah lengkap.

3. Kelor (Moringa oleifera Lamk.)

      

Tanaman liar ini berasal dari India, tetapi tumbuh juga di di Asia, Afrika, serta Amerika Selatan. Umumnya yang digunakan untuk obat tradisional adalah daunnya. Kelor mengandung  protein, karbohidrat, zat besi, magnesiaum, kalium, kalsium, vitamin B, serat, fosfor, selenium, zinc, dan tembaga. Manfaat tanaman kelor, khususnya daunnya banyak sekali seperti menurunkan kadar gula darah, mengatasi peradangan, menormalkan tekanan darah, memelihara kesehatan fungsi otak, meningkatkan daya tahan tubuh dan menghambat sel kanker.

4. Tapak Liman ( Elephantopus scaber L. )


Karena tanaman liar, tapak liman dapat dengan mudah ditemui di berbagai tempat, misalnya di ladang, pinggir jalan, kebun, lahan kosong atau di hutan pada ketinggian 1500 mdpl. Tapak liman sudah digunakan secara mendunia. Di Malaysia, rebusan akarnya digunakan untuk meningkatkan kontraksi daerah perut dan mencegah inflamasi setelah melahirkan, di Thailand digunakan untuk penyegar badan dan mengobati batuk. Di Taiwan, seluruh tanamannya digunakan untuk mengobati hepatitis.

5. Meniran ( Phyllanthus niruri L. )

Tanaman liar dari keluarga Euphorbiaceae ini sering kita jumpai di ladang, tanah berbatu dan hutan yang lembab. Meniran ada di beberapa negara yaitu India, China, Malaysia, Filipina, Australia dan Indonesia. Akar dan daun meniran kaya akan senyawa flavonoida antara lain filantin, hipofilantin, quersetin, isoquesertin, astragalin dan rutin. Herba meniran (dibaca=seluruh tanaman) secara turun temurun bisa digunakan untuk pengobatan gangguan ginjal, sariawan, malaria, tekanan darah tinggi, peluruh air seni, kencing batu juga berkhasiat sebagai anti diare dan menurunkan demam. Dalam dunia farmasi, ekstrak meniran telah teruji secara klinis sebagai fitofarmaka untuk imunomodulator.

5.  Teki (Cyperus rotundus L. )

Rumput teki dikenal sebagai salah satu tanaman liar yang paling invasif di dunia. rumput teki memenuhi lebih dari lima puluh tanaman di seluruh dunia, dan ini membuatnya mendapat julukan "gulma terburuk di dunia".

Rumput teki sebenarnya memiliki khasiat yang bagus untuk kesehatan. Melansir dari kanal Healthbenefistimes, rumput teki berkhasiat untuk merawat kulit, untuk pencernaan untuk pengobatan diare, disentri, parasit usus, gangguan pencernaan, gangguan usus dan masalah perut lainnya, untuk mengontrol kejang dan sebagai pengobatan epilepsi, sebagai anti peradangan dan meredakan nyeri serta menurunkan demam,  untuk mengelola tekanan darah, menurukan berat badan.

Nah, demikianlah beberapa tanaman liar yang ternyata banyak manfaatnya untuk kesehatan, selain tanaman liar di atas, masih banyak sekali tanaman liar lain yang bisa digunakan sebagai obat.

Tanaman liar apa yang ada di sekitar kalian?

Terimakasih, semoga bermanfaat.

 

Bagikan


cari



artikel terbaru

berita terbaru